Rabu, 22 April 2015

Beternak Kelinci

Saya ingin sedikit berbagi pengalaman tentang bagaimana cara beternak kelinci. Tapi harus maklum ya, soalnya saya juga masih minim pengalaman, cuma berbagi ilmu saja, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan semoga saja para peternak kelinci yang sudah profesional bisa share ilmunya agar kita yang masih pemula bisa mendapatkan pelajaran yang berharga untuk menumbuhkan peternakan kelinci kita..! Ok, awalnya saya cuma iseng punya dua kelinci jenis Flame, karena waktu itu tetangga ada yang punya dan anak saya pingin punya juga, alhasil saya beli di temat sodara yang memang sudah lama beternak kelinci. Alhamdulillah dapat dua kelinci tanpa kehilangan uang, alias gratis cuma dikasih. Waktu itu kelinci pemberian saudara saya berumur kurang lebih tiga bulan, tapi karena memang jenis kelinci besar ( max 6 kg ) jadi usia segitu udah bobot 1.5 kg. Besar kalau kita bandingkan dengan kelinci jawa kalau kami menyebutnya yang besarnya max cuma 2 kg. Dari awal cuma mau beliin anak buat mainan, jadi saya kurang begitu memperhatikan tentang bagaimana membuat kandang yang baik dan banyak sekali hal-hal yang tidak saya perhatikan dalam merawat kelinci. Waktu itu karena saya tidak punya kandang, maka saya taruh kelinci saya di kandang ayam ( kandang tingkat atas bawah ), tapi kandannya bersih dan tidak ada bekas kotoran ayam nya.
Setiap hari saya kasih kangkung sama nasi yang sudah dicampur dengan brand ( sejenis katul / dedak ). Setelah usia enam bulan saya iseng-iseng buat mencampur kelinci tadi. Oya, jadi kelinci saya itu jantan dan betina dan saya kasih kandang secara terpisah. Nah alhasil sepertinya ada hal yang membuat saya tercengang, hehe...saya melihat dua kelinci yang sedang bercinta, ingat itu usia enam bulan lebih ya..! Dan benar saja karena memang minim pengalaman, jadi waktu usia kehamilan sudah menginjak satu bulan, kelinci sudah sangat gelisah karena waktu itu saya tidak membuatkan box untuk tempat dia beranak. Terjadilah hal yang tidak di inginkan, betina beranak tanpa ada tempat dan akhirnya anak kelinci itu hanya tercecer kemana-mana dan akhirnya mati semua, kalau tidak salah waktu itu ada 7 anak kelinci. Ok..semua sudah terjadi dan saya sudah mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Setelah itu saya buatkan box dari papan dengan ukuran sekitar 30cm2, dan saya taruh dalam kandang si betina, ya emang terlambat, tapi kan maksud saya buat kehamilan yang kedua gitu...! hehe....! Mantablah persiapan kandang saya dan mulai saat itu saya berniat untuk serius dalam mengurus dua kelinci saya. Selang beberapa hari apa yang terjadi coba..? Kelinci jantan dengan bobot 4kg saya mati secara tiba-tiba, saya bingung kenapa kelinci saya bisa tiba-tiba mati. Ternyata setelah saya googling ternyata ada batas ketinggian dalam membuat kandng kelinci agar kelinci tidak masuk angin atau kedinginan, kalau tidak salah minimal 70 cm dari permukaan tanah, lha waktu itu saya buat kandang tingginya cuma 20 cm, karena memang saya bikin tingkat jadi tidak tinggi dan yang kandang bawah terlalu rendah yang mengakibatkan kelinci jadi kedinginan dan mati. Ok..Sambung lagi besok ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar